I really miss Mr. Conor, my CA and my English teacher right now, since he went back to his home in Ireland :(
Today, I just looked at one of the story I wrote, and he gave me a best comment I've ever heard from him :')
The night was cold, made me feel alone to pass this wonderful night's stars in my abandoned tower. Here is just a fireplace with hot embers and pairs of armchairs with table besides it. Suddenly, I saw a young man, wearing black cowboy hat running on the muddy narrow road when I looked down. I busied to watch the ripples on every step he stepped. I didn't realize it, that the bell had rang, means he's here already. I went downstairs into the main door immediately, I tossed my cat, but he was still ringing the bell, non-stop like Cinderella's stepsisters waiting for their breakfast impatiently. I saw him peak through the chinks under the rusty bell but then I opened the door slowly.
His face shocked me! He was young but wearing old-fashioned clothes. He wore a black thick leather coat, shirt with lace sleeve and a strap. He also brought a heavy luggage case with three paddles (for what are those three paddles?)
"Good night, I'm Jonathan Harker. I came here to replace Mr. Hawkins", he greeted me gracefully and shake hand friendly to me.
For once in my life, I met a very nice man, he had the nicest smile I've ever seen in this my miserable life.
I was stupid to replied his angel-like smile with an awkward smile, since he was my first guest after 15 years.
After welcoming him, I guided him tour around the castle altogether take him to his room. He was awe when he starred at a portrait of and old creepy Dutch-man with sharp, blue eyes. He observed everything in the castle, as a crocodile watching its last prey in the night behind the bushes.
"It's almost midnight now, I've prepared a late-night dinner for us. It's okay if you don't want to join. I'll be in the main dining room, don't get lost, I suggest you to eat, because you seem starving after you took a very long journey to here from London" I said in rush. I was a bit annoyed because my peoples are not working in the midnight, while he came here in the midnight. The destiny has forced me to serve and prepare anything for a guest, an unexpected guest actually.
In the dining room, with my biggest brand new elegant antique lamp hung on the highest ceiling in the castle, we had a late-night dinner together. Before I asked him to sit, I knew that he was amazed by two big antique lamp in the dining room. There was actually only one antique lamp, but the mirror on the dining table reflected it.
He was 12 chairs away from my seat, so I had a conversation with a deaf. (I need to speak louder). But we were able to had a nice conversation that night.
"I know how does it feels to be on a train for almost six hours non-stop", I started the conversation.
"Um, well, but it's fine. I saw a worth looking sceneries that I will not be able to see in London during my way here. Anyway, thanks for the chicken soup, Mister ....." , he said hesitantly. "Count Dracula. And it's not a chicken soup; it's a mushrooms and pork. I'm going to my tower to sleep.If you need help, just tell me tomorrow morning. I'm terribly so tired tonight. Have a nice dream, Harker", I replied him in insipid.
As I came to the tower, I saw a white curtain dancing peculiarly while the cool wind blowing up ans whooshing from the opened window. The wind extinguished the fire lit in the fireplace. I closed the window hardly because the wind was so strong. Then I saw Harker standing in front of my door, shivering, I heard his teeth chattering. As soon as possible, I lit on the fire and poured a tea for him. We sat on the armchairs enjoying the lullaby of the rustling firewood and the splattering of water drops on the roof.
"Harker"
"Yes?", he answered.
"I wondered why did you replace Mr. Hawkins?" I asked.
"He's a constant malady sufferer, so he asked me to come here" he replied.
"I see"
We had a really high quality conversation that night. I was amazed by his way of talking and thinking. When I asked him about his home, he explained everything about his homeland, he talked like a poet reading his own poems. He told me about conspiracies and controversies happened in London when I asked him about which party he would vote. He only answered my question with a short answer but he made it long because he is talkative. I only smile.
He stopped talking until he saw my protruding sticking-out teeth. His face turned out into a scared-face.
"Thou hear that howls?" I asked him.
"Yes, sir. Its wolf.' he replied.
"I'm a Dracula. I understand the children of the night's howls means"
"Excuse me?"
"Thou don't have a mind of a hunter. You're just a prey, a fresh meat to every lions"
I slowly bit him when he was like petrified, surprised because I'm a Dracula who's going to bit him, slowly, but sure.
I felt a bit pity to him. He's actually a very nice young man. He wouldn't end like that if he was not came here tonight.
Showing posts with label Random. Show all posts
Showing posts with label Random. Show all posts
Quran Burning (WHAT!?)
Terry Jones wants to burn Quran today.
GET A LIFE.
Fortunately, he was threatened by the Minister of Defence. In fact, he will endanger every U.S soldiers in Moslem country if he burns Quran.
eat, suck and fuck-that. you fail. stupid.
(sorry for the bad words)
GET A LIFE.
Fortunately, he was threatened by the Minister of Defence. In fact, he will endanger every U.S soldiers in Moslem country if he burns Quran.
eat, suck and fuck-that. you fail. stupid.
(sorry for the bad words)
This Has to Stop
Ini sih cuma bentuk pelampiasan keheranan sekaligus kesel, jadi kalo tersinggung ya semoga sadar kalo di dunia ini tuh manusia pasti beda-beda, gak mungkin sama, biasanya lo kenal orang ada yang gampang marah tapi ada yang nggak, ada orang yang cuek ada orang yang gak dsb, tapi biasakan lo anggap orang yang lo sebut -alay-, -lebay-, -caper- itu sama seperti sifat-sifat yang lain.
Alay, lebay, caper, sering banget ngeliat ocehan orang-orang yang gak seneng sama mereka di Facebook, Twitter, dsb.
Ada beberapa alasan yang orang” pake knapa gak suka sama orang yang ‘alay’ ‘lebay’ ‘caper’ ;
1. Kayak kalo yg dibilangin ‘alay’, nulisnya kdng ada yg huruf kecil-gede, pake Angka. Beberapa bilang susah dibaca, ribet, jijik. Gak perlu langsung update status semacam “ini ada anak alay banget” ato “dasar anak alay”, gampang kan? Lo gk perlu bikin anak itu tersinggung, malu, merasa gak enak seharian, cuma karena lo gak suka anak alay, plis, lo yg lebih kanak-kanak daripada dia, egois malah.
2. Kalo 'caper' itu dia cari perhatian, mungkin sok eksis.
Anak-anak yang nyebut orang lain 'caper' itu menurut gue begini alasannya,
- takut disaingin
- merasa udah yang populer, eksis (belagu dan sombong)
mungkin kalian ada pendapat lain ttg alasan2nya.
Anak yang caper itu butuh perhatian lebih dari kalian sebagai teman yang tidak terlalu dekat atau kenal mereka.
Mungkin dia adalah penyendiri, pemalu, sehingga pada satu waktu, cara cari perhatian nya dia kamu anggap salah, lalu kalian bilang kalo dia itu 'caper'.
Ato, dia iri, ato berkeinginan untuk dianggap, dihargai, atau mungkin dikenal oleh kalian. Wajar dong. Mungkin kalian berpikir, ngapain dia terkenal, eksis, populer, dia gak ada apa2nya dibandingin sama yang lain ato dia memang belum bisa eksis karna mungkin lo sombong ato karna lo pikir orang eksis semisal orang yang pinter, berbakat, gaul, banyak teman sedangkan orang yang lo sebut 'caper' itu tidak terlalu seperti itu (kayak lo bilang "Lo ngaca dulu dong").
Hargain aja napa, gak usah langsung bilang "ini anak caper banget dah"
bikin dia merasa kecewa. Mungkin aja karna tekadnya untuk dianggap, dihargain orang banyak, populer, terkenal bisa membuat dia menjadi orang yang lebih baik daripada kalian.
Dua pihak sih ada yang bener ada yang nggak bener juga, tapi terlihatnya orang yang disebut orang begitu menurut gue yang kesalahannya dikit. Mereka mungkin tidaktahu, harus bagaimana bertindak, bereaksi, menulis status dsb dengan benar seperti kalian yang udah paham. Kalo begitu, kasih tahu mereka baik-baik, kalo mereka nolak ya, masih ada kok yang lain, yang butuh nasehat ato kritikan lo yang membangun. Lo jadi guru bagi mereka kan, daripada lo jadi musuh.
Dan dipikir-pikir, di dunia ini pasti ada hal yang kita suka, ada hal yang kita tidak suka.
Kita harus bijak.
Karena hal yang tidak kita sukai itu bisa memicu kita untuk menjadi orang yang tidak menghargai orang, berkata salah (ngejek ato hina) , bahkan hal yang kita sukai itu bisa memicu kita untuk tidak mengendalikan bagaimana mengeksresikan perasaan. Lo masih sekolah, belajar hargain keberadaan orang-orang seperti itu. Gimana lo gedenya?
Untuk anak-anak yang merasa disebut seperti itu,
gue pikir sih,
mending coba deh ya pertimbangkan lagi mau mengubah sifat lo ato nggak, karna itu pilihan lo. Lo bisa jadiin itu keunikan lo, ciri khas lo, lo bisa ekspresikan diri lo sepuasnya asalkan tidak melanggar norma, peraturan dan hukum kok.
Tapi dengan adanya orang-orang yang kadang gak seneng dengan kalian, kalian harus pikirkan lebih matang2 lagi :)
Gak semuanya bisa menjadi apa yg lo harepin, gak semua hal yang lo gak suka bisa hilang.
gue bukan orang yg udah lebih baik ato bahkan sempurna drpada kalian.
Cuma ya, gue gak benci orang ‘alay’ ‘lebay’ ‘caper’ :)
Alay, lebay, caper, sering banget ngeliat ocehan orang-orang yang gak seneng sama mereka di Facebook, Twitter, dsb.
Ada beberapa alasan yang orang” pake knapa gak suka sama orang yang ‘alay’ ‘lebay’ ‘caper’ ;
1. Kayak kalo yg dibilangin ‘alay’, nulisnya kdng ada yg huruf kecil-gede, pake Angka. Beberapa bilang susah dibaca, ribet, jijik. Gak perlu langsung update status semacam “ini ada anak alay banget” ato “dasar anak alay”, gampang kan? Lo gk perlu bikin anak itu tersinggung, malu, merasa gak enak seharian, cuma karena lo gak suka anak alay, plis, lo yg lebih kanak-kanak daripada dia, egois malah.
2. Kalo 'caper' itu dia cari perhatian, mungkin sok eksis.
Anak-anak yang nyebut orang lain 'caper' itu menurut gue begini alasannya,
- takut disaingin
- merasa udah yang populer, eksis (belagu dan sombong)
mungkin kalian ada pendapat lain ttg alasan2nya.
Anak yang caper itu butuh perhatian lebih dari kalian sebagai teman yang tidak terlalu dekat atau kenal mereka.
Mungkin dia adalah penyendiri, pemalu, sehingga pada satu waktu, cara cari perhatian nya dia kamu anggap salah, lalu kalian bilang kalo dia itu 'caper'.
Ato, dia iri, ato berkeinginan untuk dianggap, dihargai, atau mungkin dikenal oleh kalian. Wajar dong. Mungkin kalian berpikir, ngapain dia terkenal, eksis, populer, dia gak ada apa2nya dibandingin sama yang lain ato dia memang belum bisa eksis karna mungkin lo sombong ato karna lo pikir orang eksis semisal orang yang pinter, berbakat, gaul, banyak teman sedangkan orang yang lo sebut 'caper' itu tidak terlalu seperti itu (kayak lo bilang "Lo ngaca dulu dong").
Hargain aja napa, gak usah langsung bilang "ini anak caper banget dah"
bikin dia merasa kecewa. Mungkin aja karna tekadnya untuk dianggap, dihargain orang banyak, populer, terkenal bisa membuat dia menjadi orang yang lebih baik daripada kalian.
Dua pihak sih ada yang bener ada yang nggak bener juga, tapi terlihatnya orang yang disebut orang begitu menurut gue yang kesalahannya dikit. Mereka mungkin tidaktahu, harus bagaimana bertindak, bereaksi, menulis status dsb dengan benar seperti kalian yang udah paham. Kalo begitu, kasih tahu mereka baik-baik, kalo mereka nolak ya, masih ada kok yang lain, yang butuh nasehat ato kritikan lo yang membangun. Lo jadi guru bagi mereka kan, daripada lo jadi musuh.
Dan dipikir-pikir, di dunia ini pasti ada hal yang kita suka, ada hal yang kita tidak suka.
Kita harus bijak.
Karena hal yang tidak kita sukai itu bisa memicu kita untuk menjadi orang yang tidak menghargai orang, berkata salah (ngejek ato hina) , bahkan hal yang kita sukai itu bisa memicu kita untuk tidak mengendalikan bagaimana mengeksresikan perasaan. Lo masih sekolah, belajar hargain keberadaan orang-orang seperti itu. Gimana lo gedenya?
Untuk anak-anak yang merasa disebut seperti itu,
gue pikir sih,
mending coba deh ya pertimbangkan lagi mau mengubah sifat lo ato nggak, karna itu pilihan lo. Lo bisa jadiin itu keunikan lo, ciri khas lo, lo bisa ekspresikan diri lo sepuasnya asalkan tidak melanggar norma, peraturan dan hukum kok.
Tapi dengan adanya orang-orang yang kadang gak seneng dengan kalian, kalian harus pikirkan lebih matang2 lagi :)
Gak semuanya bisa menjadi apa yg lo harepin, gak semua hal yang lo gak suka bisa hilang.
gue bukan orang yg udah lebih baik ato bahkan sempurna drpada kalian.
Cuma ya, gue gak benci orang ‘alay’ ‘lebay’ ‘caper’ :)
Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke 483
Abang: "wah, Jakarte ni ye, udah hampir empat abad, seneng abang"
Eneng: "Iye, tapi jangan seneng dulu bang. Masih banyak hal-hal yang masih acak kabul disono"
Emak: "betul tuh si eneng. Masih ada rakyat miskin beragam nasib kayak kite-kite, kudu di atur ame pemerinteh (pemerinteh, aneh gak)"
Tukang sayur nongol; "Pemerinteh ma masih ngurusin pajak, mall-mall, orang yang berduit yang diurusin"
Ibu-ibu: "gak cuma itu kok, banjir setiap tahun, anak-anak jalanan, dan kata suami saya Jakarta, kota macet"
Abang: "kalo begini terus mah, muka kita mo ditaro dimane kalo negeri kita aja, ibukotanya gak bener"
tiba-tiba pak Gubernur datang ...
Gubernur: "Dengan itu, kita membutuhkan semua golongan masyarakat Jakarta untuk membantu dalam perwujudan Jakarta yang lebih baik. Seperti bayar pajak anda, agar uang yang kami terima bisa untuk transportasi publik yang lebih baik atau membangun tempat tinggal dan biaya hidup untuk warga miskin dan lain-lain"
Semuanya: 'Mari, kita membangun Jakarta yang lebih baik!!"
----pesan layanan ini disampaikan olehh...---
*iklan*
(ini kan gak bermaksud menyinggung)
AMIN! Semoga Jakarta lebih baik ya.
#happybirthdayjakarta
Eneng: "Iye, tapi jangan seneng dulu bang. Masih banyak hal-hal yang masih acak kabul disono"
Emak: "betul tuh si eneng. Masih ada rakyat miskin beragam nasib kayak kite-kite, kudu di atur ame pemerinteh (pemerinteh, aneh gak)"
Tukang sayur nongol; "Pemerinteh ma masih ngurusin pajak, mall-mall, orang yang berduit yang diurusin"
Ibu-ibu: "gak cuma itu kok, banjir setiap tahun, anak-anak jalanan, dan kata suami saya Jakarta, kota macet"
Abang: "kalo begini terus mah, muka kita mo ditaro dimane kalo negeri kita aja, ibukotanya gak bener"
tiba-tiba pak Gubernur datang ...
Gubernur: "Dengan itu, kita membutuhkan semua golongan masyarakat Jakarta untuk membantu dalam perwujudan Jakarta yang lebih baik. Seperti bayar pajak anda, agar uang yang kami terima bisa untuk transportasi publik yang lebih baik atau membangun tempat tinggal dan biaya hidup untuk warga miskin dan lain-lain"
Semuanya: 'Mari, kita membangun Jakarta yang lebih baik!!"
----pesan layanan ini disampaikan olehh...---
*iklan*
(ini kan gak bermaksud menyinggung)
AMIN! Semoga Jakarta lebih baik ya.
#happybirthdayjakarta
Subscribe to:
Posts (Atom)